Kabar Bengkulu – Pandemi Covid-19 tidak menjadikan halangan dalam berkarya terbukti di momen Hari Jadi Kabupaten Mukomuko Ke- 19. Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Mukomuko sukses mencatat rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) mengenakan baju etnik/baju batik Mukomuko oleh anak PAUD terbanyak. Rabu(23/2/22)
Kegiatan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) tersebut dilaksanakan secara virtual dikarenakan masih dalam kondisi Pandemi Covid-19. Ada 14 kecamatan dan satu menjadi sentral titik utama yang bertempat di Lapangan Kantor Bupati Mukomuko.

Dalam sambutannya Senior Manager Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI), Triyono sangat mengapresiasi kegiatan yang di inisiasi oleh Bupati dan jajaran Pemerintahan Kabupaten Mukomuko serta organisasi wanita. Dalam pelestarian budaya dalam hal ini pakaian Batik etnik.
“Selamat Kepada Bapak Bupati Kabupaten Mukomuko, hari ini kami tetapkan kegiatan pengenaan busana batik etnik/batik Mukomuko oleh anak usia dini terbanyak, tercatat di rekor dunia,”Ucap Triyono.
Saat ditanya terkait kesuksesan mencatat rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) mengenakan baju etnik/baju batik Mukomuko oleh anak PAUD terbanyak, Bupati Sapuan mengungkapkan. Saya berterimakasih kepada semua pihak yang sudah bekerjasama mensukseskan perhelatan ini. Seperti saat ini kita yang awalnya ingin memecahkan rekor Muri dalam Indonesia malah ternyata menjadi rekor dunia dalam rekor mengenakan baju etnik/baju batik Mukomuko oleh anak PAUD terbanyak,”kata Sapuan.
Tentunya kami merasa bangga. Jadi langkah berikutnya adalah bagaimana kita mulai membudayakan pengunaan pakaian batik khas daerah di usia dini. Tujuannya adalah mencintai produk dalam negeri karena kita punya kearifan lokal salah satunya batik. Harapan kami kedepannya masyarakat kita mulai sadar betul pentingnya mencintai produk lokal, seperti yang disampaikan oleh Senior Manager Muri Indonesia, di dalam pidatonya menyampaikan kita tidak boleh gengsi atau pun malu mengenalkan dan mengenakan produk lokal karena ini adalah jati diri kita yang harus dikedepankan,”jelas Sapuan.
Bupati Sapuan menambahkan dengan kemunculan Batik Tando Pusako bisa menambah perbendaharaan batik di Indonesia dan bisa menjadi nilai kebanggaan bagi masyarakat Kabupaten Mukomuko,”tutup Sapuan.
Diketahui dalam kegiatan pencatatan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) Bupati Kabupaten Mukomuko menerima plakat penghargaan dengan total peserta yang mengenakan baju etnik/baju batik Mukomuko sebanyak 3.971 orang anak PAUD dari 15 kecamatan se-Kabupaten Mukomuko.(Kb/Adv)











