Kabar Bengkulu-Tahun 2022 ini, melalui Perpres 104 Tahun 2021 bahwa 20% Dana Desa digunakan untuk program ketahanan pangan. Pemdes Semambang Makmur Kecamatan Malin Deman Kabupaten Mukomuko merealisasikan program ketahanan pangan melalui dana desa pada tahun 2022.
Pemdes Semambang Makmur mengelar pelatihan ketahanan pangan “Budidaya Ikan Lele”. Kegiatan bertempat di Aula kantor desa. Turut Hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala Desa dan Perangkat Desa semambang makmur, BPD, Kasi Ekobang dan Kasi Pemerintahan Kecamatan malin deman, Kepala Balai Penyuluh Pertanian beserta Penyuluh pertanian Kecamatan Malin Deman, Pendamping Desa, Babinsa Bhabinkamtibmas dan Peserta Pelatihan. Kamis (9/6/22).

Dalam sambutannya Kepala Desa Semambang Makmur,Lamto mengatakan program ketahanan pangan yang akan dilaksanakan sudah melalui kesepakatan hasil rapat antara warga dan Pemdes. Dan kemudian dihasilkan kesepakatan adanya budidaya Ikan Lele menjadi pilihan untuk program ketahanan pangan di desa,”kata Lamto.
Lamto menambahkan diharapkan dengan adanya program ketahanan pangan di Desa Semambang Makmur dapat mendongkrak pertumbuhan ekonomi desa, yang kita ketahui beberapa tahun belakangan kita dihadapkan dengan Pandemi Covid-19 yang menyebabkan lesunya geliat ekonomi desa,”ungkapnya.
Masih dalam kesempatan yang sama, Raharjo Laili, S.Pt selaku Narasumber kegiatan dari Balai Penyuluh Pertanian, menjelaskan merupakan salah satu jenis ikan tawar yang banyak diminati. Selain mengandung nutrisi tinggi yang baik untuk konsumsi, lele juga bisa menjadi peluang bisnis yang menjanjikan. Cara budidaya ikan lele bagi pemula pun tidaklah rumit karena benih lele itu sendiri mudah didapat dan mudah perawatannya. Asalkan Anda tekun dan serius ketika melakukannya,”ungkap Raharjo.
Lebih lanjut, Raharjo menjelaskan, membuat kolam ikan lele ini bisa dengan menggunakan terpal atau semen, dengan ukuran yang disesuaikan yaitu sedang atau besar. Sebenarnya menggunakan kolam tanah pun boleh, asalkan tanah tersebut sudah tidak mengandung mikroorganisme asing yang nantinya dapat membahayakan bibit ikan lele. Kemudian perhatikan juga bahwa permukaan kolam ikan lele harus lebih dalam supaya matahari tidak tembus yang bisa membuat ikan kepanasan, bahkan sampai mati dan harus diperhatikan suhu air serta yang terpenting jenis bibit lele harus yang berkualitas agar maksimal,” jelas Raharjo.
Diketahui warga peserta pelatihan berjumlah 50 orang tergabung dari berbagai kelompok tani yang berasal dari Desa Semambang Makmur.(KB/jf).











