Kabar Bengkulu, Mukomuko – Generasi muda adalah generasi penerus bangsa Indonesia. Bangsa akan maju jika para pemuda memiliki karakter nasionalisme. Nasionalisme merupakan bagian penting bagi kehidupan bangsa dan negara.
Bertempat di Aula Kantor Desa Pasar Baru Kecamatan Ipuh Kabupaten Mukomuko kegiatan Sosialisasi Bahaya Narkoba dan Pemuda Sehat dilaksanakan. Tutut hadir Kepala Desa beserta perangkat dan BPD , Camat Ipuh, Kapolsek Mukomuko Selatan,TIM Penyuluhan Narkoba dan Kenakalan Remaja UPTD Puskesmas Ipuh
, Bhabinsa dan Bhabinkamtibmas serta para undangan.Kamis (20/10/22).
Kepala Desa Pasar Baru, Surahmin dalam sambutannya dirinya mengharapkan dengan adanya kegiatan Sosialisasi Bahaya Narkoba dan Pemuda Sehat dapat menjadi edukasi dan motivasi untuk generasi muda di desa agar terhindar dari penyalahgunaan Alhamdulillah salah satu pemuda yang ada di Desa Pasar Baru mampu mengukir prestasi yang sukses mewakili kegiatan Provinsi Bengkulu dalam MTQ Nasional di Kalimantan Selatan Cabang syarhil Qur’an putra, atas nama Galih Pranata alwika Sudrajat semoga ini bisa menjadi motivasi bagi pemuda dalam kegiatan yang positif,” ucapnya.



Acara dibuka langsung oleh Camat Ipuh, Buyung Andri,S.Sos dalam sambutannya dirinya sangat mengapresiasi kegiatan
Sosialisasi Bahaya Narkoba dan Gerakan Pemuda Sehat yang dilaksanakan oleh Pemdes Pasar Baru.
Lebih lanjut, Buyung Andri menjelaskan Secara detail, penyebab merosotnya sikap nasionalisme pada diri anak karena berkembangnya zaman globalisasi, yaitu rasa nasionalisme dikalangan generasi muda semakin memudar. Hal ini dapat dibuktikan banyak generasi muda yang lebih memilih kebudayaan negara lain, dibandingkan dengan kebudayaan Indonesia. Mereka lebih senang mengaplikasikan budaya barat dalam kesehariannya, yang secara tidak sadar membuka lebar pintu masuk Narkoba. Karena tren Narkoba dibawa oleh budaya barat bukan budaya Indonesia. Inilah mengapa penting dilakukan sosialisasi atau penyuluhan terkait bahaya narkoba pada remaja di setiap daerah. Tidak hanya di daerah besar, wilayah kecil harus mendapatkan tindakan penyuluhan yang sama, agar pemahaman semua remaja di Indonesia tetap sama, bahwa narkoba tidak sebaiknya digunakan,”jelasnya.
Diakhiri sambutannya Buyung Andri berpesan butuhnya peran serta kita semua sangat dibutuhkan dalam meminimalisir bahaya Narkoba di tingkat desa dan kegiatan keagamaan harus kita giatkan kembali untuk penguatan ahklah pemuda pemudi,”harapannya.

Kegiatan dilanjutkan dengan kegiatan penjelasan terkait Bahaya Narkoba dan Gerakan Pemuda Sehat yang dipandu langsung oleh salah satu Narasumber Penyuluhan Narkoba dan Kenakalan Remaja UPTD Puskesmas Ipuh, Rika Susanti, S.Farm, Apt. Dalam kegiatan ini juga disisipkan sesi tanya jawab kepada Narasumber.(KB/jf)











