Kabar Bengkulu,Mukomuko-Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Provinsi Bengkulu yang dipimpin Ketua TPPS yang juga Wakil Gubernur Bengkulu, Rosjonsyah melakukan kunjungan dalam rangka pendampingan . pelaksanaan serta pembinaan, sekaligus Monev percepatan penurunan Stunting (P2S) serta melakukan evaluasi pemanfaatan Elsimil dan Google Form kasus Stunting Kabupaten Mukomuko tahun 2022, yang digelar di Aula Bapelitbangda Pemkab Mukomuko,Senin (21/11/22).
Wakil Gubernur Bengkulu yang juga sebagai Ketua TPPS provinsi meminta dan mengajak segenap anggota TPPS dari seluruh tingkatan untuk bersama-sama mengentaskan stunting.
” stunting merupakan masalah bangsa yang serius karena menyangkut pembangunan kualitas manusia generasi bangsa,” ungkap Ketua TPPS Provinsi ini.
Wagub juga meminta Pemkab untuk membuat regulasi dalam mengatasi stunting dan meminta Kemenag agar menjalin sinergitas dalam mencegah pernikahan anak anak diusia dini.
” Perlu kebersamaan dari berbagai pihak agar masalah Stunting dapat kita atasi, sehingga mutu generasi penerus bangsa ini terwujud dalam misi kita untuk melahirkan generasi Emas pada tahun 2045 nanti,” harap Wakil Gubernur.
Sementara itu Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Bengkulu,Ir Rusman Efendi, dalam laporannya mengatakan kunjungan kerja Ketua TPPS tersebut sekaligus evaluasi pemanfaatan elsimil dan google form kasus stunting di Kababuten Mukomuko.
” Monitoring ini bertujuan untuk melihat sejauh mana pelaksanaan program percepatan penurunan stunting terlaksana dan mendukung kegiatan terpadu dan terkoordinasi dalam rangka mencapai sasaran kinerja percepatan penurunan stunting lintas sektor yang terintegrasi.

Kegiatan ini bertujuan untuk memadukan dan menguatkan upaya bersama untuk percepatan penurunan Stunting di Kabupaten Kota di Provinsi Bengkulu,” jelas Rusman.
Lebih lanjut Kepala BKKBN Provinsi Bengkulu mengatakan,” ada beberapa pendekatan yang harus kita lakukan dalam P2S ini yakni, menentukan sasaran yang dimulai dari hulu dalam bentuk penguatan data, kemudian terkait intervensi, harus dilakukan secara bersama sama dari seluruh multi sektor.
Sebab selama ini pelaksanaan Stunting sudah kita lakukan tapi tercerai berai sehingga hasilnya belum optimal, melalui berbagai pertemuan yang dilakukan maka akan terjalin keterpaduan kegiatan baik secara horizontal maupun vertikal,” jelas Rusman.
Kepala.BKKBN Provinsi Bengkulu berharap kepada seluruh Dinas terkait di Pemkab Mukomuko berkomitmen untuk kebersamaan dalam upaya percepatan penurunan Stunting di Kabupaten Mukomuko.
” Kita berharap kepada seluruh Dinas terkait untuk bersinergi sesuai Tupoksinya dalam kebersamaan untuk percepatan Penurunan Stunting ini, karena sudah jelas apa melakukan apa sesuai dengan fungsi masing masing sesuai Perpres 72/2021 untuk melakukan intervensi sesuai Tupoksinya, dalam kebersamaan secara bersatu padu dalam tujuan Percepatan Penurunan Stunting,” tegas Kepala BKKBN Provinsi ini.
Bupati Mukomuko H.Sapuan, SE.,MM.,AK.,CA., CPA. pada kesempatan itu mengatakan,
Pemerintah Daerah sangat mendukung program penurunan stunting yang merupakan program Prioritas Nasional dalam rangka meningkatkan kualitas SDM.
” perlu dukungan dari semua pihak dalam mengatasi stunting agar mendapatkan hasil yang optimal untuk menyongsong Kabupaten Mukomuko yang lebih baik,” harap Bupati.
Bupati Mukomuko juga berharap kepada seluruh masyarakat untuk turut berperan mencegah stunting ditingkat Desa.
” dengan segera melaporkan jika menemukan kasus stunting kepada Pemerintah Desa. Dan kepada Camat, Kades maupun tenaga kesehatan agar mengambil peran dalam pengentasan stunting diwilayah masing-masing.
Untuk menekan stunting perlu beberapa kebijakan tentang stunting, dalam mendukung pencapaian serta meningkatkan penggunaan Dana Desa untuk pencegahan stunting, tentunya perlu melibatkan berbagai pihak dan unsur lainnya.agar program ini dapat berhasil,” imbuh Bupati Mukomuko.
Begitu juga disampaikan Bapak Asuh Stunting Kabupaten Mukomuko yang juga Dandim 0428/Mukomuko Letkol Czi Rinaldo Rusdy SIP yang mengatakan,” sebagai salah satu Duta Genre Kabupaten Mukomuko, kita dari TNI AD sangat mendukung Program Pemerintah dalam hal Percepatan Penurunan Stunting di Kabupaten Mukomuko.
Ini merupakan keseriusan dari Aplikasi Pemerintah, baik dari Pemerintah Daerah maupun Pemerintah Provinsi, kita juga bangga dinobatkan sebagai Bapak Asuh Stunting ini, sebab ini merupakan perintah dan tugas yang diberikan dari pimpinan kita di Angkatan Darat,” terang Letkol Rinaldo Rusdy.
Dandim juga mengatakan,” dan tugas ini kita laksanakan agar kedepannya Stunting di Kabupaten Mukomuko bisa menurun dan sirna, untuk itu perlu dilakukan pencegahan secara serius bersama instansi terkait (BKKBN dan Dinas Kesehatan).
Kedepannya kita akan lebih sering turun kebawah, ke desa desa, baik itu pada kegiatan kegiatan yang berkaitan dalam upaya percepatan penurunan Stunting,dan ke TPK TPK bersama Danramil ataupun Babinsa kita yang ada di desa,” papar Dandim.
” Kalau pendataan kita sudah dapat, tinggal bagaimana kedepannya untuk upaya pencegahannya.
Kita minta kepada seluruh Babinsa untuk selalu bersinergi dengan TPK diwilayah binaannya masing-masing, bisa membagi waktu dengan tugas yang lainnya baik itu kegiatan non program maupun kegiatan yang sudah di program.
Sebab kehadiran Babinsa di setiap kegiatan Stunting ini sudah mendapatkan nilai seratus (100), tetap mengedukasi masyarakat terkait Stunting, dan Babinsa harus bisa “belajar” dalam hal Edukasi terkait pencegahan Stunting dan tindak lanjut apabila terjadi kasus Stunting di Wilayah binaan masing masing, dalam tujuan kita mendukung program Prioritas Nasional untuk percepatan Penurunan Stunting di Indonesia khususnya di Kabupaten Mukomuko,” pungkas Letkol Czi Rinaldo Rusdy.
Ditempat yang sama Kepala Dinas P2KBP3A Kabupaten Mukomuko Junharto menyampaikan terimakasih atas kunjungan kerja Ketua TPPS Provinsi di Kabupaten Mukomuko.
” Dalam kegiatan ini tentunya untuk mengevaluasi terkait Percepatan Penurunan Stunting dan Alhamdulillah dari 10 Kabupaten/Kota, Kabupaten Mukomuko menepati peringkat kedua dalam Rencana Aksi 78.
Dan mari kita bekerjasama, baik dari Kader, para pendamping keluarga, PKK, Camat dan Kades seluruh pihak terkait agar percepatan Penurunan Stunting di Kabupaten Mukomuko dapat terwujud dalam tujuan kita mendukung Generasi Emas di 2045,” tutur Junharto mengakhiri.
Hadir pada acara tersebut, Wakil Gubernur Bengkulu, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi dan rombongan, Bupati Mukomuko, Dandim 0428/Mukomuko, Kapolres Mukomuko, jajaran Forkompimda, Kadis KB2P, para OPD terkait, Camat dan Kades yang menjadi Lokus Stunting, Tenaga Kesehatan dari Puskesmas serta Tim Pendamping Keluarga (TPK) di wilayah Kabupaten Mukomuko..(KB)











