Kabar Bengkulu, Mukomuko-Akibat itensitas hujan kuat beberapa hari lalu. Bencana tanah longsor kembali terjadi akibat erosi di sepanjang bantaran sungai Air Manjunto. Kali ini longsor terjadi di Dusun Jarang, Desa Arah Tiga, Kecamatan Lubuk Pinang, Kabupaten Mukomuko, Sabtu (8/10/22).
Ketua BPD Desa Arah Tiga, Alex Naliarno, SH mengatakan, curah hujan yang tinggi dalam beberapa hari ini menjadi faktor terjadinya longsor di sejumlah titik sepanjang bantaran sungai Air Manjunto.
“Data sementara ada 7 rumah warga yang terancam jatuh ke sungai akibat longsor tersebut. Selain itu, tingginya curah hujan dalam beberapa hari ini menjadi faktor terjadinya longsor” kata Alex Naliarno kepada awakmedia melalui pesan WhatsApp.
Lebih lanjut, Alex meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mukomuko melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan dinas terkait untuk meninjau langsung lokasi terjadinya longsor.
Kemudian dijelaskan Alex,” Erosi yang terjadi di bantaran sungai Air Manjunto, diperkirakan terjadi sejak tahun 2019, dan pengikisan sungai sudah mencapai kurang lebih 80 meter. Sampai saat ini, belum ada penanganan serius dari pemerintah daerah maupun Balai Wilayah Sungai (BWS) mengingat longsor terjadi terus menerus.” jelasnya.

Terpisah, Kepala BPBD Kabupaten Mukomuko, Ramdani saat dikonfirmasi awakmedia, mengatakan belum menerima laporan warga terkait longsor yang terjadi di Desa Arah Tiga.
“BPBD cuma sebatas koordinasi dengan pihak BWS terkait erosi yang terjadi di sepanjang bantaran sungai Air Manjunto, mengingat itu kewenangan dan tupoksi BWS.” ujar Ramdani
Dikatakan Ramdani, ia belum menerima dokumentasi longsor yang terjadi di Desa Arah Tiga, dan pihaknya belum meninjau lokasi longsor tersebut.
“Sejauh ini, baru ada laporan dari Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Mukomuko Armansyah, namun belum disertai dokumentasi. Dan diketahui tidak ada rumah warga yang terdampak, hanya longsor yang terjadi akibat tingginya curah hujan.”ujar Ramdani.
Sementara itu, Camat Lubuk Pinang, Firdiantoni, SE menghimbau warga sekitar, menyikapi cuaca ekstrem dan curah hujan yang tinggi, serta dampak yang akan ditimbulkan, maka warga diminta untuk siaga menghadapi bencana.
“Warga yang bermukim di bantaran sungai Air Manjunto diminta untuk siaga mengantisipasi tingginya curah hujan yang akan terjadi beberapa waktu mendatang, serta menghindar dari titik lokasi rawan bencana ke tempat yang aman,” pungkasnya. (KB/Ber-)











