Kabar TNI-Apel Gelar Pasukan dan Peralatan tersebut sebagai bentuk kesiapsiagaan Kabupaten Mukomuko untuk menghadapi datangnya bencana Alam yang sewaktu waktu dapat terjadi.
Hal itu disampaikan Dandim 0428/Mukomuko Letkol Czi Rinaldo Rusdy SIP dalam sambutannya pada acara tersebut yang dilaksanakan di Lapangan Upacara Makodim 0428/Mukomuko, Selasa pagi (4/4/23).
Lebih lanjut Dandim menyebutkan , bahwa Indonesia merupakan negara yang berada di Ring Of Fire dari Bencana Alam, dan Kabupaten Mukomuko juga memiliki potensi ancaman bencana, yang bisa memicu terjadinya hujan lebat yang cukup lama sehingga dapat terjadinya banjir dan longsor, angin kencang, gelombang tinggi (tsunami) dan kebakaran hutan, meskipun bencana tersebut tidak kita harapkan akan tetapi kita harus selalu siap siaga dalam menghadapi terjadinya bencana yang bisa datang sewaktu waktu,” papar Letkol Rinaldo Rusdy.
Masih disampaikan Dandim,” maka untuk itu diperlukan partisipasi dari seluruh pihak untuk berperan dalam menghadapi terjadinya ancaman bencana, sebab Penanggulangan atas ancaman bencana juga sangat memerlukan kebersamaan dengan masyarakat Mari kita bersama membangun partisipasi yang lebih erat dan kuat dalam menggerakkan kinerja demi menjaga Kabupaten Mukomuko, semoga Allah SWT memberkahi semangat kita semua dalam semangat dan sinergitas kita dalam menjaga Kabupaten Mukomuko,” pungkas Dandim 0428/Mukomuko Letkol Czi Rinaldo Rusdy.
Usai melaksanakan Apel, selanjutnya Dandim bersama Bupati Mukomuko dan jajaran Forkompimda serta instansi terkait melaksanakan pengecekan kendaraan ataupun peralatan dalam kesiapan untuk menghadapi datangnya ancaman dan penanggulangan bencana di Kabupaten Mukomuko.
Sementara itu, Bupati Mukomuko H Sapuan pada kesempatan itu menyampaikan bahwa perlengkapan antisipasi bencana di Kabupaten Mukomuko masih kurang sekali,” akan tetapi kekurangan ini kan tidak bisa sekaligus kita lengkapi, akan tetapi kita tetap selalu menyampaikan ke pemerintah pusat agar fasilitas untuk mendeteksi terjadinya tsunami dapat kita miliki, sebab bibir pantai wilayah kita dari pusat kota sangat dekat sekitar 1 Kilometer,” terang Bupati Sapuan.

Bupati juga tak lupa menyampaikan himbauan kepada masyarakat untuk selalu waspada dan berhati-hati atas terjadinya potensi bencana yang terjadi di Kabupaten Mukomuko seperti banjir, longsor dan angin kencang serta lainnya.
” Perlu kedisiplinan kita dalam menjaga lingkungan, sebab bencana yang sering terjadi diwilayah kita ini yakni banjir, diminta kepada masyarakat jangan membuang sampah sembarangan, seperti membuang ke aliran sungai atau siring yang dapat menyumbat saluran air diwaktu turun hujan sehingga bisa menyebabkan banjir, selain itu diminta agar masyarakat jangan “cepat panik” jika terjadi bencana sebab jikalau masyarakat tidak panik kita akan lebih mudah mengarahkan masyarakat untuk evakuasi ataupun tindakan penyelamatan serta selalu waspada akan terjadi bencana yang datang,” imbuh Bupati Mukomuko H Sapuan. (KB/RS)











